Sebuah Alasan Berada di Teknik Fisika ITB

Satu setengah tahun sudah saya menuntut ilmu di kampus gajah. Saat ini saya berada di jurusan Teknik Fisika dan tengah merasakan bagaimana kerasnya kehidupan itu. Sekian waktu belajar di ITB saya mendapatkan banyak pelajaran berharga, walaupun proses belajar itu sendiri belumlah usai.

Di sini saya membuat keputusan besar, yang bisa dikatakan cukup pandir. Bagaimana tidak? saya mengesampingkan passion dengan memilih jurusan yang sama sekali jauh dari minat dan kemampuan semenjak masa sekolah. Saya yang notabene agak terhambat dalam menyerap semua materi pelajaran Fisika, malahan dengan nekad memilih Teknik Fisika ITB sebagai tempat membangun mimpi dan kedudukan saya di masyarakat kelak. Alasan saya sederhana, saya tidak ingin terus-terusan menjauh dari sesuatu yang saya benci, saya ingin membuktikan bahwa saya pun bisa berdamai dengan yang namanya Fisika. Jika kita sudah bisa meng-handle sesuatu yang tidak kita sukai, pastilah untuk mempelajari sesuatu yang disenangi akan jauh lebih mudah, saya pikir begitu. Alasan pendukung adalah saya penasaran apa sebenarnya isi Laboratorium Teknik Fisika itu, kok kayaknya ajaib dan penuh inovasi? Ada angklung robot, alat pembau aroma teh, kursi roda otomat yang dijalankan oleh pikiran, dan sebagainya. Saya sangat tertarik dan yakin tiga tahun di TF ITB bukanlah hal yang wasting time. Ternyata memang benar,  kuliah di TF ITB tidak bisa buang-buang waktu, saya harus serius mengikuti semua materi yang diterangkan karena tingkat kesulitannya luar biasa. Saya tak pernah tenang sehari sebelum ujian.

Memang sebuah keputusan yang bisa dibilang sangat bodoh, apalagi saya gagal mempertanggungjawabkan pilihan saya itu di setengah tahun pertama. Imbasnya di akhir semester, saya mengalami sesuatu yang seketika meruntuhkan mimpi dan semangat saya menjunjung totalitas dalam kuliah: divonis tak akan meraih gelar cumlaude. Nilai E yang artinya harus mengulang kelas semester depan tentu saja membuat saya beku, terpaku pada situs ol. akademik itu. Ingin rasanya memutar waktu dan memilih Teknik Industri atau MRI saja, menyesali pemikiran pendek yang berimbas pada kesengsaraan panjang. Semua memang sudah sangat terlambat. Saya mengambil sisi positifnya saja, apabila saya berhasil melewati semua ini dan menutup perjuangan 4 tahun saya di sini dengan gemilang (walau tidak bisa cumlaude), maka saya akan berhasil memanajemen emosi dan diri saya sendiri serta terbiasa untuk menghadapi polemik yang terjadi di dunia luar akademisi. Saya mungkin terlahir sebagai pribadi baru.

Bicara tak semudah mempraktikan. Sampai detik ini pun saya belum bisa optimis untuk melewati tiga tahun dalam dunia para fisikawan yang penuh asumsi dan pengabaian itu. Kenapa mereka bisa berpikir seperti itu, kok saya selalu ga sepikiran? Kenapa dianggap kayak gitu? kenapa gak gini aja? Kenapa yang diketahuinya cuma dua paragraf, jawabannya bisa satu halaman? dan puluhan ribu kenapa lainnya yang kalau dikumpulkan sudah cukup untuk membuat saya didepak dari Teknik Fisika.

Meski pada awalnya harapan saya hampir pupus ditelan keterpurukan sebelum, saat, dan setelah ujian berlangsung, saya yakin peribahasa “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian….” tak pernah salah. Walau kesannya maksa, karena bisa saja saya memilih jurusan yang sesuai passion dan jadi mapres di sana. Tantangan adalah alasannya, saya ingin mematahkan kebencian saya terhadap sesuatu yang saya tidak sukai, di jurusan ini saya ingin belajar menerima, bahwa tidak selalu dalam hidup kita akan mendapatkan apa yang sesuai dengan harapan kita, terkadang kita harus menerima dan mencoba mencari sisi positifnya. Saya berharap segera menemukan alasan kenapa saya ada di sini, terjebak bersama integral dan asumsi tak berkesudahan. Semoga passion saya bisa terekayasa, di jurusan yang penuh rekayasa keteknikan ini.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s